Horeee, akhirnya naek ke kelas XI dan dapat kelas XI IA2, di sana ketemu temen2 dengan beraneka ragam watak :D ,, semoga akur dan kompak sampai akhir yaa? :)
Sama seperti X6 yang lebih populer dengan nama dasnam (Dasa Enam (merupakan bahasa Bali) yang berarti X6) ,, terus kalau XI IA2 apa dong ? Hhahaha, akhirnya setelah melaluiiii perhelatan yang sedikit lucu, rumit, dan humoris terpilihlah GENRE. What is GENRE? GE = Generation, N = Science, Re = Two. So, GENRE is Generation Science Two,, hahaha.. Hebatt kan ?
Ada beberapa pilihan nama buat kelas XI IA2 nihh, mari sharing :D
-TERPADU = Teramat IPA Dua ,,
-SCITO = Science Two
-SIDU = Sisya IPA Dua (Sisya itu bahasa bali,, dalam arti indonesianya siswa)
-SOFT = Science of Two
-WASPADA !!! = Warga Sebelas IPA Dua !!!
-SPADA = Sebelas IPA Dua
-PIPA = Penunggu IPA Dua :D ,, Hahaha.. Ini dibuat sama anak2 gokil XI IA2 Dosman.
-SELADA = Serikat Alam Dua,, hahaha, kalau yang ini dibuat sama salah satu anak XI IA2 Dosman,, nggak laen dan nggak bukan yakni Satria.
-FLASCITA = Flawless Science Two,, alahhh :D Semped aku usulin tapi ditolak :( ,, katanya terlalu uaeeeenng :D
-RESIDU = Penduduk Science Two .. Namanya campur aduk nih,, hehe. Dibuat sama Manx Ayuk. Asal usulnya gini nih RE=Two, SI=Science, DU=Penduduk…
Ahayy, GENRE nama kelaskuu, nama kelasmu apa ? :D
Oya sekedarr sharing, ada nama yang cocok buad sobat yang ada di IPA 1 yakni ALONE = Alam ONE :D ; IPA 3 : ULET API = IPA TELU (coba deh balik tulisannya) ; kalo IPA 6 GAME = Gerombolan AlaM Enam ; kalau IPA 7 bisa pakai nama SNAPTU :D
Judul : KADO UNTUK JEPANG
Tebal : viii + 166
Penulis : Ahmed Ghoseen Al-Qohtany, Syaque H, dkk
Penerbit : AG Publishing (Juli, 2011)
ISBN : 978-602-9149-24-1
Harga : Rp. 35.000,- (Belum Termasuk Ongkos Kirim)
SINOPSIS :
Hidup adalah perjuangan, keindahan dan kemegahan Jepang pada akhirnya harus tercatat dalam hamparan ketikberdayaan yang menyebabkan penduduknya menderita.
Inilah hidup… meski telah memperoleh predikat “Negara kaya” namun dalam sekejap mata telah menjadi tumpukan luka, tangis, kecewa dan kehilangan yang sangat dalam.
Ya, hidup memang penuh teka-teki, maka sepandai apakah kita bisa menerima kenyataan hidup yang pahit itu? Sekuat apakah kita mampu bertahan hidup setelah dilanda musibah?
Kisah tentang Jepang yang penulis sajikan dalam buku ini menggambarkan rasa belasungkawa terhadap musibah yang melanda Jepang. Tak ada yang dapat menyangka bahwa kokohnya teknologi Jepang yang canggih itu masih juga tak mampu membendung guratan nasib dalam bentuk musibah tsunami. Bahkan Penulis yang dengan ikhlas menyumbangkan 100% royalti penjualan buku ini kepada korban bencana alam di Jepang tak segan ikut terjun kedalam lingkaran kesedihan itu.
Ada pula beberapa penulis yang menghibur kita lewat kisah jenaka dalam racikan khasnya namun tetap mengedepankan tujuan utama dalam antologi ini melalui kisahnya yang riang, ringan dan mudah dibaca.
Akhirnya, selamat menikmati bingkisan dari kami para penulis antologi Kado Untuk Jepang ini yang tak lain hanyalah goresan kecil tanda duka kami serta belasungkawa kami atas musibah yang melanda Jepang. (Syaque)
100% ROYALTI DISUMBANGKAN
PENULIS:
1 Aa’ Kaslan
2 Achmad Nasta’in
3 Adriana Tjandra Dewi
4 Agustini Suciningtias
5 Ahmed Ghoseen Al-Qohtany
6 Aida Maslamah Affandi
7 AiKimochi
8 Aina Al-Azmi
9 Ani Rostiani
10 Anie Izzatullah
11 Anna Savira
12 Annisa Rona
13 Ari Adrina
14 Ayna Wardhani
15 Ayyesha Khaulah Nusaibah
16 Bella Vlinder
17 Beni Ananto
18 Chandra Ayudiar Arie
19 Claudia Viollete Toruan
20 Dewi Maria Ulfa
21 Diba Azzukhruf
22 Dien Ilmi
23 Dila Saktika Negara
24 Dyah Apriliani Kusuma Astuti
25 Eka Putri Hapsari
26 El Eyra
27 EL Kinanti
28 Endang SSN
29 Eta Ervia
30 Eva Nadzia
31 Evangelina Tessia Pricilla
32 Ghulam Ly
33 Ham Haazimah
34 Hanan Liana
35 Hapsari Hanggarini
36 Haris Firmansyah Hirawling
37 Hendy Lazuardy Hendrawan Gregorovitch
38 Humairah Khassim
39 Hylla Shane Gerhana
40 Imam Apriansyah
41 Inggar Saputra
42 Izzah Annisa
43 Jioo Erhyria
44 Katrin Pepita
45 Khairunisa Sinulingga.
46 Khalilaty Hime
47 Lentera Al-Jazhiran
48 Lestari Setyawati
49 Levina Nyt
50 Lisna Nur Chairunnisa
51 Mardiansyah Ntx
52 Maulidz Hattam Jaya Nugroho (M.H.J.N),
53 Maya Rinaluziati
54 Mei Idda
55 Mey Zusana
56 Mieny Angel
57 Miftahul Jannah
58 Molzania
59 Muhammad Iqbal Tarigan
60 Muhammad Subhan
61 Niken Larasati
62 Niken Prawesthi
63 Nila Kurniasih, Amd.
64 Nuraini Latifah
65 Nurul Septiani
66 Nyi Penengah Dewanti
67 Pelangi Jingga 68 Putu Ririn Andreani 69 Ragil Kuning
70 Rahdan Syafi’i
71 Reinna Filsabilla
72 Rika Anisa Wulandari
73 Sandza
74 Sedamai Lazuardi
75 Syaque Hikaritokusaikizoku
76 Syarif Hidayatullah
77 Tia Marty Al-Zahira
78 Tiara Citra Septiana
79 Tiga Tujuh “Tridju Pranowo”
80 Tika Artiwi
81 Tri Juni Ardhi
82 Tsuraya Widuri
83 Tubagus Rangga Efarasti
84 Ucy Smart
85 Ummu Salma
86 Va Ayana Lubis
87 Yanthy Chan
88 Yusuf Ichsan Ats Tsaqofy
89 Zoel Ardi
DISKON KHUSUS HARGA PRA-CETAK!!!
Dapatkan buku dengan harga hanya Rp. 30.000,- (belum termasuk ongkos kirim) Untuk Pemesanan sebelum 20 Juli 2011. via Inbox Ahmed Ghoseen Al-Qohtany atau sms ke 08197964001 dengan format
September, adalah bulan yang penuh suka cita untukku. Ada banyak cerita yang berlabuh dan menyisakan segaris senyum di balik bibirku. Aku pernah memiliki dan kehilangan di bulan penuh cinta itu. Pun pernah tersenyum juga meratap pada bulan yang selalu hadir di tiap tahunku. Dan pada akhirnya, aku ingin September memberikan warna pelangi untukku.
Tahun ini aku ingin menyambut September dengan mengundang para sahabat untuk membuat cerpen atau puis bertema september, dengan ketentuan :
Cerpen :
1. Cerita boleh Fiksi/Non Fiksi berisi tentang apa saja yang berhubungan dengan September, boleh tentang cinta, persahabatan, misteri atau hal lainnya.
2. Naskah diketik di Mic. Word 2003/2007 dengan format TNR12, spasi 1,5. Minimal 4 halaman dan maksimal 10 halaman.
3. Gunakan kalimat yang ringan dan mudah dipahami, dengan tetap memperhatikan EYD dan kaidah penulisan yang berlaku.
4. Kirim naskah ke alamat email : antologi.gado2@gmail.com, dengan format SEPTEMBER_NAMA PENGIRIM_JUDUL.
Contoh : SEPTEMBER_ANI_SEPTEMBER YANG BIRU.
5. Melengkapi naskah dengan biodata narasi maksimal 250kata lengkapi dengan prestasi yang dimiliki, nama lengkap, nama pena dan alamat FB (bila memiliki FB) atau alamat blog (bila hanya memiliki blog)
6. Memposting info Undangan ini di Note FB/Blog masing-masing (hanya info Undangan ini dan bukan cerpen/puisi yang dikirim) dengan meng-tag 20 nama sahabat.
Puisi :
1. Wajib mencantumkan kata September.
2. Puisi diketik di Mic. Word 2003/2007 dengan Format TrebuchetMS 12, Spasi 1,5.
3. Jumlah kata maksimal 300 kata.
4. Kirim naskah ke alamat email : antologi.gado2@gmail.com, dengan format SEPTEMBER2_NAMA PENGIRIM_JUDUL.
Contoh : SEPTEMBER2_ANI_RIAKKU DALAM SEPTEMBER.
5. Melengkapi naskah dengan biodata narasi maksimal 250kata lengkapi dengan prestasi yang dimiliki, nama lengkap, nama pena dan alamat FB (bila memiliki FB) atau alamat blog (bila hanya memiliki blog).
6. Memposting info Undangan ini di Note FB/Blog masing-masing (hanya info Undangan ini dan bukan cerpen/puisi yang dikirim) dengan meng-tag 20 nama sahabat.
Ketentuan lainnya :
1. Naskah ditunggu paling lambat 10 Juli 2011 jam 18.00 WIB.
2. 20 Naskah cerpen dan 50 buah puisi terpilih akan diusahakan untuk diterbitkan di penerbit major. Atau bila tidak memungkinkan, akan diterbitkan secara indie.
3. Jika naskah cerpen dan puisi akhirnya diterbitkan di penerbit major, maka kontributor tidak mendapatkan royalti, akan tetapi 10 naskah terbaik akan mendapat masing-masing 1 eksemplar buku.
4. 3 Naskah terbaik utama akan mendapat hadiah berupa bingkisan buku dan pulsa yang nominalnya akan diberitahukan lebih lanjut.
Saya tunggu naskah dari seluruh sahabat yang akan bergabung.
Udah dari hari Sabtu siap-siap ikud lomba cerdas cermat MPR. Pertamanya tak kira jadi cadangan, eh malah main di inti \y/ . Yups, mari cerita-cerita disini.
O hya sebelumnya, yang ikud ke Denpasar untuk lomba yakni Bu Resiani dan Pak Sumertha Yasa yang jadi pembina, serta Pratiwi, Suandewi, Sekar, Kak Agus, Kak Prad, Kak Meranggi, Kak Adhi, Kak Yudha, Kak Frida, Kak Nara, ama Kak Novi.
Hari pertama yakni tanggal 4 Juni 2011.
Disini baru sekedar check in ‘n liad-liad kamar hotel. Kita nginepnya di hotel. Satu kamar hotel dihuni ama 4 orang. Aku se’bed ama Neng Sekar, Pratiwi ama Swandewi. Hmmm,, mak nyus dah sekamar ama mereka :D . Di hari pertama kita cuma liad-liad situasi hotel yang menarik hati, alna sejuuuuuk beud. Aku ama Sekar jalan-jalan ke sawah juga deh kalau nggak salah di hari ini … . Konsumsinya juga enak-enak :D #hampir kelupaan bilang yang ini. Malamnya rata-rata semua begadang belajar. Aku ama Kak Prad bagi kerja, aku daped bagian pemilu, APBN, dan BPK. Yupz, sampai jam setengah 12 belajarnya, syukurlah bisa… .
Hari kedua, 5 Juni 2011.
Nah, hari ini mulai disibukkan dengan penjelasan materi dan pengundian nomor penyisihan. Kurang lebih dari pagi nyampai agak sore itu kita duduk ‘n denger penjelasan yang dikasi. Huwaaaa, materi seputar bab yang aku pelajari banyak juga. Mendadak dah agak jadi stress. Selain itu ternyata lawan tandingnya sangat tangguh. Semuanya pada serius jadinya belajar, belajar, belajar (dulu emang nggak hya? -o-), sambil duduk di deked kamar hotel masing-masing (>o<). Aku ajha nyampai beli coklat 2 paya nenangin diri mahamin UUD, gimana mend hya? Gerogi pukz… Hhehehe… .
Hari ketiga, hari lomba -penyisihan- , 6 Juni 2011
Dapad penyisihan babak 2, melawan SMAN 1 Kediri ‘n SMAN 2 Amlapura. Di sini dah dengan bangga kita menyanyikan mars sekolah tercinta jadi yel >o< .. Hhehe, terharu pukz, saat-saat yang tak terlupakan. Tapi, sayangnya lawan terlalu tangguh, bisa dibilang dah ‘final dini’. Bisa ditebak kan akhirnya gimana? Dosman kalah, daped point 75. Tapi nggak kenapa-kenapa kok. Rin juga baru kelas X, maklumlah pengalaman pertama ke provinsi, sama kayak lomba kording bareng teman-teman jurnalis :)
Malamnya aku ama Sekar yang nggak ada kerjaan nonton TV, kita juga berinisiatif nyeduh mie gelas berdua ‘n makan satu gelas berdua. Walau agak acak-acakan sih, kuah pada jatuh, mie’nya juga beberapa jatuh, bumbunya ada yang tumpah. Hhehehe… . Anehnya, perut kita berdua masih kuad nampung, padahal baru ajj abis makan satu bungkus berdua., wkwkwk. Adegan sok sweet laennya.
Hari keempat, hari lomba -semifinal, final- , 7 Juni 2011.
Semifinal’ny seru2, hehe… Lawan saling kejar point gitu., Ada pengalaman tak terlupakan juga disini, daped ngobrol lumayan agak lama ama kameramen ‘n salah satu orang yang kerja di sebuah rumah produksi (pewarta hya namanya?). Akrab-akrabin diri deh, tumben lho daped ngenal temen sebanyak ini.
Walaupun kalah, tapi Rin nggak sedih kok :D Emang aneh sih, tapi jujur ajha. Walaupun awalnya teramat kesal karena melewat Marfest (Malini Art Festival), atau istilah terkenalnya pensi. Maklumlah pensi pertama :’( .
Tapi pandang sisi positifnya ajha dah, kita berdua semped liad-liad sawah deket hotel. Hhehe, padahal panes, tapi nggak papa dah. Tapi kita lezay’in jalan-jalan di sawahnya, alna sawahnya deked ama jurang (kalau nggak salah). Di sini juga kita bisa lebih ngenal para kakak kelas, entah yang cewe maupun yang cowo lebih deked, bahkan deket juga ama guru pembina. Pokoknya keseringan ketawa ama ngobrol bareng. Bisa satu bed ama Neng Sekar, saling curhat. Bahkan kita nyeduh ‘n makan mie gelas berdua. Aduh so sweet experience (>o<) #jadi terharu ngingetnya. Gag lupa ketemua ama temen-temen dari banyak sekolah, maklum lombanya tingkat provinsi gitu! Adha dari Sukawati, Badung, Denpasar, Negara, Melaya, Kediri, Tabanan, Kubu, Bangli, Singaraja, Kuta Utara. Hhehe, emang nggak terlalu kenal sih, tapi suka ajha senyum-senyum atau sekedar ngucapin selamat bagi yang menang. Terus liatin kreativitas mereka, yang bener-bener berkreativitas di sini. Saling ngobrol gitu juga, walau kadang aku lupa nama mereka.
Bahkan aku mendadak ramah sekarang, suka tebar senyum (-o-”). Maklumlah setiap di hotel selalu senyum ama kenalan baru, nyebar deh sikap itu sekarang. Hhehe, gpp, gpp…
Thanks God :) Banyak hikmah yang bisa Rin ambil dari sini.
Sebagian besar masyarakat memandang sosok dari pembantu rumah tangga sebelah mata. Mereka dianggap hanya sebagai pembersih rumah dan melakukan pekerjaan sehari-hari yang diperintahkan majikannya.
Tapi sesungguhnya peranannya sangat besar, karena berkat adanya para pembantu rumah tangga, beban dalam mengurus sebuah rumah menjadi ringan bagi sebuah keluarga. Hal ini karena tak hanya ibu rumah tangga yang mengerjakan tugas di rumah, melainkan dibantu oleh pembantu rumah tangga. Bisa dibayangkan betapa lelahnya seorang ibu harus mengurusi semua urusan di rumah. Hal ini akan semakin diperparah apabila setiap anggota keluarga memiliki kesibukan masing-masing sehingga tak sempat mengurusi kondisi rumah.
Oleh karena itu, sungguh sayang bila pembantu rumah tangga dipandang sebelah mata, apalagi diperlakukan semena-mena. Hal ini mengingat perjuangan, pengorbanan, dan keikhlasan hati mereka untuk bekerja dengan semaksmal mungkin dalam mengurusi masalah kebersihan, ketertiban, kenyamanan rumah. Mereka sesungguhnya adalah sosok pahlawan rumah tangga, karena merekalah yang membantu menjaga kenyamanan sebuah rumah. Anggaplah mereka salah satu bagian dari keluarga, hargai mereka, dan sayangi mereka.
Segala sesuatunya tak akan bisa dimulai tanpa sebuah pengharapan, begitu pula dengan kemajuan bagi negeri kita tercinta, Indonesia. Sebagai generasi muda, aku pun memilik berjuta harapan untuk Indonesia kedepannya.
Semoga kelak Indonesia mampu berdiri sendiri dan kekayaan alamnya tidak dieksplorasi oleh bangsa lain, tetapi dimanfaatkan dengen efektif dan efisien oleh bangsa Indonesia itu sendiri. Indonesia memang kaya akan alamnya yang permai, kesadaran dari segenap masyarakat sangat diperlukan untuk merawat dan melestarikan hal tersebut. Rawatlah alam dan segala warisan luhur nenek woyang yang diwariskan ke kita. Jangan membiarkan kebudayaan tersebut diakui oleh bangsa lain, maupun dibiarkan tak terpelihara.
Hindarkan sikap “setan” yang menjiwai manusia. Setiap manusia tentunya memerlukan uang, tetapi perjuangkanlah uang tersebut secara halal, jangan sampai mengambil uang yang bukanlah hak kita. Bekerja keraslah dalam mencari nafkah, jangan menghalalkan segala cara untuk mencari keuntungan semata. Serta berpolitiklah secara sehat untuk menyalurkan aspirasi rakyat, bukan menyalurkan aspirasi pribadi atau golongan tertentu, karena kita hidup di Negara demokrasi, dimana politik dilakukan dari, oleh, dan untuk rakyat.
Segala sesuatu berakar dari harapan. Dari harapan tersebut terbentuklah sebuah kekuatan. Dari kekuatan tersebutlah kita harus bangkit dan berdiri menuju masa depan yang lebih baik lagi.
Aisaka Taiga : "I dreamt that you were a dog. And the dog was my husband. Anyway, it was the worst dream ever."
Aisaka Taiga : "Well, I'd better get back to my seat. The unmarried woman with her unmarried face is about to come to start the unmarried homeroom."
Aisaka Taiga : "That's why people hesitate. In front of all the choices, one could lose hope and try to run away, because no excuse could be used. No matter how dangerous the long journey in life was, or how one admits to being dealt the short end of the stick, everything was the result of one's own choices, it was a road chosen by oneself. Even if this path is hard, and there's no chance of changing past choices, one cannot place the blame on other people. No matter how angry or frustrated one was, one would be alone on that path, for no one to replace you."
Aisaka Taiga :"There's something in this world that no one has seen before. It is gentle and sweet. Maybe if it could be seen, everyone would fight over it. That's why no one has ever seen it. The world hid it so that no one could get their hands on it easily. However, someday, someone will find it. The person who deserves it the most will definitely find it. This is how its created."
Kushieda : "...Crying is a nosebleed of the heart. If you trip while running down a hallway, you'll get a nosebleed. If you trip in life, you'll cry..." Ryuuji :"Since ancient times, the dragon has been the only beast to equal the tiger. Even if you're not by my side right now, I will leap through space and time and always be by your side. These feelings will never change"
Haruta : "You know, it's really pointless to give or receive chocolate at school. School is a place to learn.:
Kihara : "Ah! W-we're being lectured by Haruta... " Ami : "...Stupidity is contagious, you know..."
Mira Chan (entah kapan) mulai manggil aku “Lilin”, berawa dari kata “Lilin” itulah dimodifikasi dikid menjadi “Lilin Kecil”. Memang hanya dua kata, tetapi mengandung berbagai makna bagi’ku. Lalu tak sengaja menemukan artikel ini disaat mencari gambar sebatang Lilin Kecil…
Kebanyakan orang membuang banyak waktu dan tenaga untuk memikirkan masalah dan bukan mencoba untuk menyesaikannya...
Saya sangat tertarik dengan sebuah kisah tentang lilin kecil yang dibawa oleh seorang pria menaiki tangga yang cukup tinggi, menuju sebuah menara.Di dalam perjalanan mereka menaiki tangga tersebut, si lilin kecil bertanya kepada pria yang membawanya, "Kita hendak ke mana?""Kita akan naik lebih tinggi dan akan memberi petunjuk kepada kapal-kapal besar di tengah lautan yang luas.""Apa? Mana mungkin aku bisa memberi petunjuk kepada kapal-kapal besar dengan cahayaku yang sangat kecil? Kapal-kapal besar itu tidak akan bisa melihat cahayaku,"jawab lilin kecil lemah.""Itu urusanmu. Jika nyalamu memang kecil biarlah. Yang engkau harus lakukan adalah tetap menyala dan urusan selanjutnya adalah tugasku,"jawab pria itu. Tidak lama sampailah mereka di puncak menara dimana terdapat lampu yang sangat besar dengan kaca pemantul yang tersedia di belakangnya. Pria itu menyalakan lampu besar dengan memakai nyala lemah si lilin kecil. Dalam sekejap tempat itu memantulkan sinar terang benderang sehingga kapal-kapal yang di tengah laut melihat cahayanya.
***
Dengan keberadaan dan keterbatasan kita, memang kita tidak akan sanggup melakukan sesuatu yang berarti. Tetapi satu hal yang harus anda ingat bahwa hidup anda adalah seperti lilin kecil yang ada di tangan Tuhan yang perkasa. Segala kemampuan dan keahlian anda hanya tetap seperti nyala lilin kecil jika anda tidak menaruh hidup anda di dalam tangan Tuhan untuk Ia pakai menjadi alatNya yang mulia. Sebaliknya walaupun nyala anda sangat kecil bahkan mungkin redup, tetapi jika anda mempercayakan keberadaan anda seluruhnya kepada Allah, maka Ia sanggup menjadikan nyala kecil anda menjadi nyala besar yang membawa manfaat besar bagi banyak orang.
Jangan memandang ketidakmampuan keterbatasan dan kelemahan anda. Jika Tuhan mempercayakan sesuatu kepada anda entah itu suatu pekerjaan besar atau pun suatu pelayanan, percayalah bahwa anda ada di dalam tanganNya yang perkasa. Dia akan memakai anda sesuai kehendakNya. Ketika kita mempercayakan seluruh keberadaan kita kepada Tuhan maka anda akan melihat bagaimana Ia memakai hidup anda dan tidak mustahil keterbatasan anda menjadi berkat yang besar.